Januari 26, 2012

Aku ingin menikah...


Pernikahan adalah moment penting bagi setiap orang. Akupun berharap kejadian sakral itu akan segera terjadi dalam hidupku.


Aku benar-benar ingin menikah, tapi....


Aku belum bisa memantaskan diriku dengan keikhlasan karena Allah, untuk pengabdian bagi seorang lelaki. ya...lelaki yang nantinya akan menjadi suamiku. Semua karena masih besarnya egoku, bahkan untuk sekedar menyenangkan orang lain. Yang ada malah, aku ingin selalu dimanjakan dan disenangkan. Tak ada istilah kemakluman bagiku atas diri orang lain. Karena itu sungguh sangatlah sulit untuk kulakukan. Tak ada istilah "kita" dalam hidupku, yang ada hanya kamu dan aku.


Aku ingin menikah, tapi..aku belum bisa dan belum terbiasa untuk berbagi. Bagiku, semua milikku adalah milikku, dan menurutku orang lainpun harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang kemudian akan menjadi milik mereka.


Aku ingin menikah, tapi..aku belum bisa bersabar. Aku terbiasa mengumbar emosiku atas apapun yang aku mau dan yang aku suka. Yang aku mau adalah orang lain bersabar atas apa adanya diriku. Yang aku mau adalah orang lain selalu membenarkan apapun pendapatku dan menurutinya.


Aku ingin menikah, tapi..aku belum bisa tampil indah bagi orang lain. Menurutku orang lain harus menerima apa adanya aku. Jika mereka tidak suka, itu adalah hak mereka dan bukan urusanku. Dalam pikiranku, kritik adalah tuntutan orang lain atas diriku, dan sama sekali aku tidak suka itu.


Aku ingin menikah, tapi..aku tak tahu atas niatan apa aku ingin menikah. Yang aku tahu, aku hanya membutuhkan seseorang yang akan mendampingi aku dan selalu ada untukku. Paling tidak supaya aku tidak mendapat julukan 'tidak laku' saja. Dan aku belum mau diribetkan dengan rentetan tuntutan dan kewajiban dari sebuah pernikahan.Yang aku tahu...aku hanya ingin menikah.


Aku ingin menikah, tapi..mungkin sebaiknya aku harus bertanya pada diriku sendiri dahulu, aku memang ingin menikah tapi apakah aku sudah benar-benar mempersiapkan diri untuk itu dan sudah pantaskah aku bersatu dengan pemilik tulang rusukku??






Desember 28, 2011

~:::Cinta Dalam Hening:::~


  Duhai gadis...
  maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
  Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu?
  Maka dengarlah..

  Gadis, Saat ku jatuh cinta..
  Tak akan ku berucap..
  Tak akan ku berkata..
  Namun ku hanya akan diam..

  Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
  Tak akan ku menggoreskan..
  Yang ku lakukan hanyalah diam..

  Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
  Karena cinta adalah kehidupan..
  Karena rasa itu adalah cahaya..
  Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
  Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun
  Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna
  Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita
  Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir
  Cinta adalah perangkap rasa.. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.

  Maka gadis..
  Agar kau dapat keluar dari belenggu itu
  Dan mampu melaluinya dgn anggun, maka mencintailah dalam hening
  Dalam diam..
  Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari
  Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan
  Jangan kau umbar rasamu, jangan kau tumpahkan segala sukamu..

  Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
  Kita percaya takdir bukan??
  Kita tahu dengan sangat jelas...
  Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya
  Jadi, apa yang kau risaukan?
  Biarkan Allah yg mengaturnya,
  Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
  Cobalah renungkan... 
  Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
  Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam..
  Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

  Gadis, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu.. 
  Hingga saatnya tiba..
  Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
  Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
  Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
  Begitu mulia untuk di tampakkan..
  Begitu sakral untuk di tumpahkan..

  Dan sadarilah gadis...
  Fitrah kita wanita adalah pemalu dan kau indah karena sifat malumu..
  Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
  Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
  Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
  Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan dalam jeruji kesetiaan..
  Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
  Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

  Maka cintailah dlm hening, agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu...
  Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
  Agar kesucianmu tetap terjaga.. Agar keanggunanmu tetap terbias..

  Maka, ku beritahukan padamu, Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
  Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
  Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
  Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

  Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
  Maka, peganglah kendali hatimu...
  Lalu, Arahkan pd Nya..
  Dan cintailah dalam diam..
  Dalam hening..
  Itu jauh lebih indah..

  Jauh lebih suci..